Contoh Resensi Buku Ilmu Ushul Fikih Abdul Wahhab Khallaf

Resensi buku ialah memberikan tinjauan kritis atau penilaian terhadap kualitas suatu  buku. Meresensi sebuah buku berarti merupakan aktivitas seseorang untuk menyampaikan gagasan secara tertulis dalam hal mengukur baik buruknya suatu buku. Hal-hal yang diukur dari satu buku tersebut meliputi isi, struktur penyajian, serta manfaatnya bagi pembaca. Kali ini saya ingin memberikan contoh resensi buku Ilmu Ushul Fikih Karya Prof. Dr. Abdul Wahhab Khalaf

resensi buku Ilmu Ushul Fikih abdul wahhab khallaf


Judul Buku              : ILMU USHUL FIKIH (Kaidah Hukum Islam)
Pengarang               : Prof. Dr. Abdul Wahhab Khallaf
Penerjemah             : Faiz El Muttaqin, S.Ag.
Penerbit Asli           : Darul Qalam, Kuwait
Cetakan                  : Pustaka Amani, Jakarta
Cetakan Pertama    : 1942
Tahun Terbit           : 2016
Ukuran                   : 14 x 21 cm
Tebal                      : 341 halaman

Kelebihan Buku:

Buku berjudul Ilmu Ushul Fikih (Kaidah Hukum Islam) adalah buah karya Prof. Dr. Abdul Wahhab Khallaf seorang pemikir Islam yang berasal dari Mesir, buku ini telah dicetak berulang kali dalam berbagai bahasa, dan buku yang penulis baca ini diterjemahkan oleh Faiz el Muttaqin, S.Ag diterbitkan oleh Pustaka Amani, Jakarta.

Buku ini memiliki kelebihan kaya akan referensi dengan penulisan sistematis sehingga buku ini dapat dijadikan sebagai referensi di kalangan mahasiswa dan dosen. Buku ini memuat kaidah-kaidah Ushul Fikih yang sangat terperinci diantaranya berbagai teori Ushul Fikih yang merupakan pijakan atau dasar dalam pengembangan inovasi hukum islam dimasa lalu, saat ini dan dimasa depan, dimana perubahan zaman mengikuti perubahan kebiasaan serta bermunculan kegiatan-kegiatan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Buku ini membahas banyak hal tentang kaidah ushul fikih, dimana kita akan memperoleh penjelaskan bagaimana sebuah hukum fikih itu keluar hingga ditetapkan. Tentunya hal demikan akan sangat menambah pengetahuan kita tentang Ushul Fikih itu sendiri.

Kekurangan Buku:

Kekurangan buku yang saya baca ini menurut penulis adalah kondisi buku yang sudah tua dan sampul buku yang sudah tidak lagi dalam kondisi baik. Buku yang penulis baca adalah buku koleksi Perpustakaan IAIN Langsa, tercatat di miliki oleh IAIN Langsa melalui Bantuan Dana Pendidikan APBD NAD T.A. 2004.(sudah berumur 19 Tahun)

Gaya bahasa atau kata-kata dalam buku ini agak sulit untuk dipahami terutama untuk saya jika hanya dibaca sekilas saja, namun jika dibaca pelan-pelan buku ini dapat dipahami dengan mudah. Penggunaan istilah-istilah islam dalam buku ini, bagi sebagian orang mungkin akan membuat membuat mereka bingung, namun setelah membacanya, buku ini dipastikan akan memberikan penjelasan tentang istilah-istilah tersebut.

Isi Ringkas Buku

Jika merujuk dari judul bukunya, maka sudah jelas sekali apa yang akan dibahas dibuku ini, yakni Ilmu Ushul Fikih, di mulai dengan Mukaddimah, buku ini memiliki 4 bagian, pada bagian pertama membahas tentang Dalil-dalil Syara’, bagian kedua tentang Hukum-hukum Syara’, bagian ketiga Kaidah Ushul Fikih dan bagian keempat tentang Kaidah Pokok Pembentukan Hukum Syara’.

Dalam Muqaddimah kita akan menemukan uraian mengenai definisi Ilmu Fikih, Ilmu Ushul Fikih, tujuan, maksud ilmu Fikih dan Ilmu Ushul Fikih, bagaimana sejarah singkat ilmu fikih dan ushul fikih itu berkembang, dipergunakan oleh Nabi Muhammad SAW, Sahabat dan para Ulama setelah Mereka.

Bagian Pertama menjelaskan apa saja dalil-dalil Syari’at, apa unsur yang sangat penting dalam penentuan sebuah hukum syari’at dan bagaimana ilmu ushul fikih itu sendiri tidak dapat terlepas dari 4 hal yaitu Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas, serta belakangan ditambah lagi dengan 6 hal yang sebagiannya disetujui serta dipakai oleh para ulama dan sebagiannya tidak disetujui. 6 hal tersebut adalah: Istihsan, Muslahah Marsalah, Al-Istish-hab, Al-Arfu, Mazhab Sahabat, Syari’at yang seblum Kita.

Pada bagian kedua kita akan disajikan mengenai Apa yang dimaksudkan dengan Hakim (orang/Penentu hukum), Hukum (aturan), Mahkum Fih (perbuatan mukallaf yang bersangkut dengan hukum syar’i), dan Mahkum ‘Alaih (perbuatan mukallaf yang menyangkutkan hukum syar’i).

Bagian Ketiga membicarakan Kaidah Ushul Fikih dari Aspek bahasa dalam memahami naskah secara teks dan konteks, dimana ada kaidah-kaidah yang mengikatnya. Kaidah pertama (menerangkan secara jelas), Kaidah Kedua (Mafhum Mukhalafah), Kaidah Ketiga: Wadhihud Dalalah(apa yang menunjukkan maksud teks dengan sighat itu sendiri, tanpa dimasuki oleh urusan luar), Kaidah Keempat (Yang Bukan Wadhihud Dalalah Dan Martabatnya), Kaidah Lima : Al-Musytarak (lafadz yang memiliki banyak arti di tempat-tempat yang banyak pula), Kaidah enam : Am dan Uraiannya (lafadz yang menunjukkan di mana ditempatkan secara lughawi meliputi dan semuanya itu berlaku untuk semua ifradnya).

Bagian Keempat penulis buku ini menjelaskan kepada kita mengenai kaidah pokok Pembentukan Hukum Syara’. Ada 5 kaidah dalam penentuan hukum syara’, pertama Maksud Umum dari Tasyri’, kedua Mengenai hak Allah dan hak Mukallaf, ketiga mengenai apa dan kapan dibolehkan berijtihad, keempat Menasikhkan Hukum dimana nasikh dan mansukh hanya ada ketika Nabi SAW masih Hidup, dan Kelima hal yang bertentangan dan yang menguatkan.

Ini adalah contoh resensi buku ilmu Ushul Fikih karya Abdul Wahhab Khallaf yang saya rangkai sendiri dan mungkin bisa menjadi referensi bagi sahabat-sahabat yang sedang mencari contoh resensi buku ilmu ushul fikih

0 Response to "Contoh Resensi Buku Ilmu Ushul Fikih Abdul Wahhab Khallaf"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel