Waspadai Hal Yang Membatalkan Puasa dan Membatalkan Pahala Puasa


Dalam Pelaksanaan Puasa, selain syarat dan rukun puasa yang harus kita penuhi, maka ada juga yang harus kita jaga, yaitu menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan Puasa dan membatalkan Pahala Puasa.

membatalkan puasa dan pahala puasa


Maka dalam Menyonsong Bulan Suci Ramadhan yang sebentar lagi akan Tiba, sudah sepantasnya kita selaku Umat Muslim dimanapun kita berada untuk bersiap-siap dalam menyambut bulan Agung, Bulan Mulia, Bulan Suci Ramadhan, dengan mengetahui informasi apa saja yang perlu diketahui terkait puasa.

Hadist Nabi Muhammmad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya  mengenai menyambut bulan puasa ramadhan :

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan rasa harap, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR. Al Bukhari 2014 dan Muslim 760).

Dalam persiapan ini kita juga harus tahu mengenai apa yang dapat membatalkan Puasa dan Membatalkan Pahala Puasa, karena jika puasa batal otomatis membatalkan pahala puasa dan jika batal pahala puasa belum tentu membatalkan puasa.

Yang Membatalkan Puasa :

1. Memasukkan benda kedalam Lubang/Rongga Tubuh Secara Sengaja

Adalah membatalkan puasa jika Memasukkan suatu benda kedalam lubang yang berkesinambungan hingga masuk ke Lambung dengan sadar dan sengaja, seperti Makan dan minum secara sengaja, namun apabila makan dan minum itu dilakukan tanpa ada Unsur kesegajaan atau Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.

Hal ini sesuai dengan Dalil :

“Siapa yang lupa keadaannya sedang berpuasa, kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah-lah yang memberikan makanan dan minuman itu”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1797 dan Muslim: 1952)

Termasuk dalam hal ini adalah menyuntikkan makanan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi yang berpuasa.

2. Melakukan hubungan suami istri disiang hari, Jima’ (bersenggama).

Hubungan seksual yang dilakukan secara sadar dan sengaja oleh pasangan suami-istri atau bukan dengan pasangannya yang sah ketika sedang berpuasa dapat membatalkan puasa.

Adapun syarat minimal hubungan suami Istri yang dapat dikategorikan dapat membatalkan puasa adalah secara sadar mereka memasukkan Khasafah ( Kepala Penis ) Kedalam Farji ( Vagina ), dan apabila kurang dari itu, maka belum bisa dikategorikan hubungan seksual dan membatalkan Puasa.

Jadi perlu di ingat itu adalah syarat minimal yaitu hanya masuk kepala Penis Saja sekali sudah membatalkan puasa, apalagi jika sampai mencapai Klimaks/Orgasme.

Kamudian bagi siapa saja yang melakukan Hubungan Suami Istri secara sengaja ketika Puasa Bulan Ramadhan, maka bagi mereka dibebankan Hukuman seperti Hadist berikut ini :

“Abu Hurairah r.a, menceritakan, seorang pria datang kepada Rasulullah s.a.w,
ia berkata : “celaka aku wahai Rasulullah”,
Nabi s.a.w, bertanya : “apa yang mencelakakanmu ?”,
pria itu menjawab : “aku telah bercampur dengan isteriku pada bulan Ramadhan”,
Nabi s.a.w, menjawab : “mampukah kamu memerdekakan seorang budak?”,
ia menjawab : “tidak”.
Nabi s.a.w, betanya padanya : “mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut ?”,
pria itu menjawab : “tidak mampu”.
Rasulullah s.a.w, bertanya lagi : apakah kamu memiliki makanan untuk member makan enam puluh orang miskin ?”,
ia menjawab; “tidak”, kemudian pria itu duduk.
Lalu Nabi diberi satu keranjang besar berisi kurma, dan
Rasulullah s.a.w, berkata kepadanya : “bersedekahlah dengan kurma ini”.
Pria itu bertanya: “Apakah ada orang yang lebih membutuhkan dari kami ?,
tidak ada keluarga yang lebih membutuhkan kurma ini selain dari keluarga kami”.
Nabi s.a.w. tertawa, sehingga terlihat gigi taringnya, dan
Beliau bersabda: “kembalilah ke rumahmu dan berikan kurma itu pada keluargamu”.
(Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1800 dan Muslim: 1870).

3. Sengaja Muntah

Turut membatalkan Puasa bagi orang yang sengaja Muntah tanpa didahului oleh sakit atau sebab-sebab yang tidak disengaja lainnya.

Dari Abu Hurairah r.a, menuturkan, sesungguhnya Nabi s.a.w, bersabda: “siapa yang tidak sengaja muntah, maka ia tidak diwajibkan untuk mengganti puasanya, dan siapa yang sengaja muntah maka ia wajib mengganti puasanya”. (Hadits Hasan Gfarib, riwayat al-Tirmidzi: 653 dan Ibn Majah: 1666)

4. Keluar Mani

Mengeluarkan mani pada siang hari bulan Ramadhan dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja tanpa berhubungan seksual, baik itu dengan usaha sendiri ( Masturbasi ), memakai alat atau dengan tangan Istri sendiri dapat membatalkan Puasa.

Namun jika air mani keluar disebabkan mimpi basah,  tidak membatalkan puasa karena keluamya tanpa unsur kesengajaan.

5. Darah Haid atau Nifas pada Perempuan

Seorang wanita apabila mendapati dirinya mengeluarkan darah dari kemaluannya pada saat puasa dan dia menyakini bahwa darah tersebut adalah Haid, maka batal puasa yang sedang ia kerjakan, ini sesuai dengan sabda baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

“kami (kaum perempuan) diperintahkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak diperintahkan untuk mengganti shalat yang ditinggalkan”. (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 508).

Kebiasaannya Wanita yang melahirkan tentu saja akan mengeluarkan darah, darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita setelah proses melahirkan dengan rentang waktu 40 Hari hingga 2 Bulan ( Maksimal ) juga membatalkan puasa.

6. Gila Ketika Puasa

Seseorang yang pada malam harinya berniat puasa dan siangnya sedang berpuasa namun tiba-tiba mengalami penyakit Gila, maka puasanya menjadi batal.

Ini berlaku bagi yang benar-benar gila, yaitu yang gilanya dari fajar hingga terbenam matahari, adapun bagi yang mengalami epilepsi/ayan, jika sedang berpuasa dan sembuh sebelum magrib, maka puasanya tidak batal.

7. Murtad

Murtad atau mengingkari ALLAH SWT sebagai Tuhan dan Dzat Tunggal yang kita imani dan Sembah sedang ia berpuasa, jelas akan membatalkan puasa, karena puasa hanya diwajibkan bagi orang Islam.

Hal Yang Membatalkan Pahala Puasa

Berbeda dengan membatalkan Puasa, berikut ini adalah perbuatan yang jika dikerjakan tidak membatalkan puasa, namun akan membatalkan pahala Puasa.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Puasa itu adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah mengucapkan ucapan kotor, dan jangan pula bertindak bodoh, jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa,” (HR. Al Bukhari 1904).

Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan yang haram dan mengamalkannya, ataupun bertindak bodoh, maka Allah tidak butuh dengan upaya dia dalam meninggalkan makan dan minumnya,” (HR Al Bukhari dalam Shahihnya).

Adapun Termasuk kedalam hal yang membatalkan Pahala Puasa ialah :

- Berkata Dusta termasuk sumpah Palsu
- Menyebut-nyebut kejelekan Orang Lain ( Ghibah )
- Namimah ( Mengadu domba )
- Melaknat atau mendo’akan orang lain dengan do’a yang tidak baik dan mencaci maki
- Tidak Menjaga Mulut, telinga, mata dan Anggota tubuhnya yang lain dari berbuat dosa/maksiat seperti mata melihat yang diharamkan ALLAH ( Lelaki melihat aurat Wanita ).

Demikianlah, semoga dengan kita mengetahui apa-apa yang membatalkan Puasa dan Pahala Puasa, kita dapat menjaga diri dan Anggota Badan Kita dari hal-hal tersebut dan kita bermohon kepada ALLAH SWT agar senantiasa menjaga kita dari hal-hal yang tidak baik dan merusak ibadah kita.

0 Response to "Waspadai Hal Yang Membatalkan Puasa dan Membatalkan Pahala Puasa"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel